Jumat, 21 November 2008

Tentangmu...

Terlalu indah..terasa tenang…
Dalam dekapan cinta sucimu
Dalam untaian kenangan kasihmu
Yang tak mudah tuk dilupakan
Yang tak dapat ku tepis
Engkaulah segalanya bagi hidupku

Mungkin kata-kataku slama ini
Tak dapat menjelaskan…apa yang kurasakan
Apa yang kupikirkan…apa yang kubayangkan

Saat memandangmu
Bukanlah lelucon atau tontonan sirkus
Mungkin kebenaran yang kuutarakan…
Merupakan sesuatu yang tak mungkin kau percaya
Mungkin kau tak tahu
Berartinya dirimu untukku
Bagaikan makanan tuk kenyangkan perut

Ada 1001 kata yang telah mengalir dibenakku
Tapi tak satupun yang mampu kuucapakan
Resah gundahpun hilang seketika, saat kubersanding denganmu
Yang pasti senyummu adalah titianku
Tuk raih harapanku

Perjumpaan Sekejap

Datang…
Diam tak menyapa
Tak saling menyayang
Pandangan tertuju, tak dibalas
Saat lengah, berbalik
Hanya beberapa kata tanya
Dengan memberikan jawaban singkat
Getar pena di kertas terlihat
Roman wajah memalu nampak
Bagaimana bertingkah?
Setankah atau malaikatkah yang menang?
Dikejauhan sahabat, hal penting dibawa
Sambutan angin tersenyum
Mengerti kenyataan, pergi kesepian
Konsentrasi bubar, mata tak diam
Gurauan hanya selingan, hati ke sang surya
Bersinar lama, lelah menunggu…
Kembali ke asal, datanglah hujan…
Tak dibayang
Muncul di pelipis
Bilakah harapan kan terkabul?

Rintihan Jiwa Yang Goyah

Yaa Allah…
Jadikan hidupku sebagai tambahnya kebaikanku
Jadikan matiku sebagai istirahatnya segala kejahatanku
Alhamdulillah…
Kau memberiku rizki sehingga aku tidak kelaparan
Karna sesungguhnya lapar itu seburuk-buruk teman tidur
Dan jagalah aku dari khiyanat
Karna sesungguhnya khianat itu sejahat-jahat kawan yang dekat
Wahai dzat yang membelokkan hati orang
Belokkanlah hatiku untuk istiqomah dan taat kepadaMu

Yaa Allah…
Perbaikilah agamaku yang merupakan pokok kepentinganku
Perbaikilah duniaku karna didalamnya adalah kehidupanku
Perbaikilah akhiratku karna kepadanya tempat kembaliku

Yaa Robbi…
Hidupkanlah aku seperti hidupnya para ulama
Matikanlah aku seperti matinya para syuhada’
Jadikanlah aku pada hari kiamat dalam golongan para aulia
Masukkan aku ke surgamu beserta para anbiya’

Kamis, 20 November 2008

Bayangan Kekasih (Rasulullah SAW)

Kedua pelipismu bercahaya cemerlang
Rambutmu hitam pekat bagaikan malam gelap gulita
Hidungmu mancung bagaikan huruf alif tegak
Mulutmu bagaikan huruf mim bulat
Keningmu bagaikan huruf nun lengkung
Pendengaranmu dapat mendengar geritan kalam di lauh mahfudz
Penglihatanmu dapat menembus sampai langit ketujuh
Kedua tanganmu menampakkan berkah pada makanan dan minuman
Hatimu tidak lalai dan tidak pula tidur
Tapi senantiasa berhidmat & ingat kepada Allah
Bila disakiti, kau ampuni & tidak membalas dendam
Bila dihina, kau diam & tak menjawab
Wahai kekasih termulya bak untaian mutiara dan emas murni
Orang yang memujimu merasa kekurangan
Walaupun dengan mengerahkan seluruh kekuatannya
Orang yang mengabarkan sifatmu
Merasa tak sanggup melukiskan apa yang meliputimu
Dari tingkah laku yang mulia dan pemurah
Semua yang ada mengisyaratkanmu
Karna engkaulah yang menjadi tujuan
Kau dilahirkan dalam keadaan sujud, bersyukur dan memuji
Wajahmu bagaikan bulan purnama yang sempurna
Engkaulah cahaya diatas cahaya
Engkaulah pelita setiap hati
Engkaulah teladan yang jernih & menyejukkan
Yaa habibi…
Penuh orang yang memohonkan rahmat untukmu
Tunduk bersimpuh dihadapanmu
Kepadamu kayu-kayu rintih menangis
Padamu jua curahan rahmat Allah

Penantian Terakhirku...

Di pembaringan terakhir
Di tidur panjangku
Ku tau ini pasti terjadi
Hanya tinggal menunggu izrail datang menjemput
Kadang ku berfikir
Tak seorangpun bisa menolongku
Karna ini takdir Ilahi
Berpamitan pun ku tak sempat
Bagaimana nasibku nanti jika tak kau terima amalku?
karna ku tak kuasa menerima siksaMu
bilakah kudapatkan penyejuk yang kau janjikan?
Tapi pantaskah untukku?
Nerakakah…syurgakah…itu tak berarti untukku
Yang kupinta hanya RidhoMu

Akankah kau kabulkan harapku?
Tuk persiapkan hadirnya ajalku
Hanya doa dan pasrahku
Yang mengiringi setiap langkahku…

KALUT

Diramainya mall malam
Lalu lalang manusia berjejalan
Sesak ku tahan tapi tak padam
Mengusir luka singgah di perbatasan
Bayangan kelabu membungkam pelupuk mata
Apa daya terindu tak merasa

Hanya memori tinggal bayangan
Berharap bualan jadi impian
Memangkah dunia sedang tertawa
Karna menanti hukum karma kan tiba

Aib diri patutlah ditimbang
Tuk persiapkan masa yang akan datang
Hati resah jiwa hampa…
Usia tambah tapi tak dewasa
Apa tau hawa bersedih
Kemana perginya sang kekasih?

Bunga mawar layu ditangan, entah mengapa…
Pikiran melayang terbawa angin
Gemuruh air terjun tak berarah
Tanpa sebab ikan tak dapat
Kilauan raga yang tlah pudar
Goresan darah yang tak bermakna
Dalam sebuah ketidakpastian…
Kerelativitasan…
Hadirlah Einstein mudaku

Yang Hilang

Jiwa hampa tak terarah
Dirudung kekalutan yang menggema
Ikan hidup tapi tak basah
Hanya tinggal raga dan sukma
Kemana kucari? Dimana kutemukan?
Pergi menghilang…tanpa jejak sedikitpun
Kurasa, bersama
Entah siapa lagi
Kembali ataukah tidak, hanya IradahMu
Mungkin kubertanya, jika tiada peduli
Prasangka tak bisa divonis
Kesabaran sedang di uji
Doaku kekuatanku…
Kutagih janjiMu
Sampai kapan lagi kumenunggu
Matahari bersinar di malam sunyi